News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id)
Pemerintah Indonesia menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan Niger dalam pencalonan Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB tahun 2019-2020.
"Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Niger untuk Indonesia menjadi Anggota DK PBB 2019-2020," kata Presiden Joko Widodo dalam pernyataan pers bersama usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka Jakarta, Senin.
Presiden Jokowi menyebutkan Afrika merupakan salah satu prioritas peningkatan hubungan diplomatik Indonesia.
"Dalam pertemuan saya dengan yang Mulia Presiden Issoufou saya menegaskan Afrika merupakan salah satu prioritas hubungan diplomasi Indonesia, untuk itu intensitas kerja sama dengan Niger menjadi sangat penting," ujarnya.
Dalam pertemuan tersebut ditandatangani dua nota kesepahaman antarkedua negara yaitu bidang pembebasan visa bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas.
"Juga disepakati pembentukan sidang komisi bersama kedua negara," kata Jokowi.
Pada awal pernyataannya, Presiden Jokowi menyatakan senang dapat menerima kunjungan Presiden Issoufou pada Senin ini.
"Kunjungan ini sangat historis, merupakan kunjungan pertama Presiden Niger ke Indonesia setelah pembukaan hubungan diplomatik kedua negara enam tahun yang lalu," tuturnya.
Menurut dia sebagai sesama negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam, penting bagi kedua negara untuk mendorong Islam yang rahmatan lil alamin, Islam dengan nilai moderasi dan toleransi.
"Juga mendorong kerja sama memajukan umat Islam baik melalui Organisasi Kerja sama Islam maupun kerja sama bilateral," kata Presiden Jokowi.
- 1Kasus Covid-19 Pertama, Masyarakat Jangan Panik
- 2Langit Uni Eropa Haram Diterbangi Boeing 737 Max 8
- 3Emas turun setelah ketegangan AS-Korut berkurang
- 4Satu anak panda mati di kebun binatang nasional di washington:
- 5UNICEF: 1,8 juta anak kekurangan gizi di Yaman
- 6Pengadilan perintahkan Belanda percepat penurunan emisi





