News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
World
Hujan Es Sebesar Bola Golf di Canberra, Merusak Mobil dan Memecahkan Jendela
Selasa,2020-01-21,09:52:46

(IANnews.id)
Iannews-Jakarta. Hujan es sebesar bola golf dengan angin badai berkekuatan 116 kilometer per jam menerjang Canberra, Senin siang (20/01).
Badai hujan es telah menghancurkan jendela, membuat mobil penyok, mematahkan ranting pohon, serta menyebabkan banjir.
Sejumlah warga juga terpaksa berlarian mencari perlindungan saat hujan es turun.
Setidaknya 1.000 rumah mengalami pemadaman aliran listrik.
Pemadaman listrik juga dilaporkan dilakukan di kawasan Florey, Griffith, Deakin dan Kambah, serta di kawasan pinggiran kota.
Sejak tengah hari, Unit Tanggap Darurat di Kawasan Ibukota Australia (ACT) telah menerima lebih dari 620 panggilan dari warga yang membutuhkan pertolongan.
Ambulance milik negara bagian ACT juga menangani dua orang yang mengalami cedera ringan akibat hujan es tersebut.
Biro Meteorologi di Australia, BOM, telah mengeluarkan peringatan pada pukul 12:30 tentang kemungkinan terjadinya angin kencang yang merusak, serta hujan es berukuran besar yang lebat.
Warga juga telah disarankan untuk memindahkan mobil ke garasi yang tertutup agar terlindung, serta tetap berada di dalam ruangan.
BOM kemudian melaporkan kekuatan angin yang mencapai 116 kilometer per jam, selain memperingatkan badai bisa akan terjadi lagi di sore.
Salah satu warga Canberra, Hilary Wardnaugh, yang berada di Perpustakaan Nasional Australia ketika hujan es mulai turun, mengatakan pengalamannya itu sebagai "sesuatu yang luar biasa".
"Teman saya dan saya pergi ke luar untuk makan siang, kemudian kami melihat hujan, yang diikuti hujan es yang turun," katanya.
"Rasanya seperti kiamat. Luar biasa. Ada orang yang berlari ke perpustakaan, tetapi saya benar-benar berharap tidak ada yang terperangkap di dalamnya."
Dia mengatakan hujan es menghancurkan sejumlah kendaraan di perpustakaan, serta merusak pohon.
"Ini hanya berlangsung 10 menit dan jumlah kerusakan yang disebabkannya benar-benar luar biasa," katanya.
"Di tempat parkir ini, semua mobil hancur."
"Beberapa orang tentu saja sangat bingung karena mobil mereka sangat rusak, tetapi kabar baiknya, saya belum melihat ada orang yang terluka parah, dan saya pikir semua orang masih mencoba mencerna apa yang sudah terjadi."
- 1Kasus Covid-19 Pertama, Masyarakat Jangan Panik
- 2Langit Uni Eropa Haram Diterbangi Boeing 737 Max 8
- 3Emas turun setelah ketegangan AS-Korut berkurang
- 4Satu anak panda mati di kebun binatang nasional di washington:
- 5UNICEF: 1,8 juta anak kekurangan gizi di Yaman
- 6Pengadilan perintahkan Belanda percepat penurunan emisi





