News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Alat pengisi daya (charger) sudah menjadi bagian tak terpisahkan bagi pengguna gadget. Masalah muncul saat sedang bepergian, dan lupa membawa pengisi daya. Padahal alat itu sangat dibutuhkan agar ponsel tetap hidup.
Kini, seperti dilansir Huffingtonpost Rabu 17 Juli 2013, ilmuwan Inggris telah menemukan cara alternatif yang unik untuk mengisi daya ponsel. Bahannya adalah urin alias cairan kencing.
Peneliti di University of the West England bersama dengan Bristol Robotics Laboratory mengatakan urin memungkinkan untuk mengisi daya baterai.
Bagaimana caranya? Tim peneliti memanfaatkan sel bahan bakar mikroba (MFC) pada urin yang dapat mengubah kotoran menjadi energi listrik.
Apakah terbukti? sejauh ini tim peneliti telah sukses menguji fungsi lain urin ini pada ponsel Samsung. Energi urin bisa membuat ponsel digunakan untuk panggilan telepon, mengirim teks sampai browsing internet.
Kendati telah berhasil, tim masih ingin menyempurnakan metode konversi energi sehingga bisa memasok baterai ponsel sampai penuh.
""Keindahan sumber bahan bakar yaitu kita tidak tergantung pada sifat angin dan matahari yang tak menentu. Kita sebenarnya menggunakan kembali kotoran untuk menciptakan energi,"" jelas peneliti senior di University of the West of England, Ioannis Ieropoulos, Ph.D.
Ide Ieropoulos memang unik, tapi konsep mengubah kotoran jadi energi ini bukan yang pertama kalinya. Pada 2005 silam, ilmuwan Singapura telah meluncurkan baterai yang dapat diaktifkan dengan cairan biologis. Bedanya, tim peneliti Singapura menggunakan urin hanya sekali pakai khusus untuk peralatan medis.
Upaya mengoptimalkan urin sebagai sumber energi juga dilakukan salah seorang insinyur kimia pada November silam, yaitu generator bertenaga urin. Sayangnya proyek ini gagal menghasilkan tenaga yang optimal.
Penelitian yang dilakukan tim Ieropoulos merupakan bagian dari proyek berkelanjutan yang didanai Bill & Melinda Gates Foundation dan Engineering and Physical Sciences Research Counci Inggris."
Kini, seperti dilansir Huffingtonpost Rabu 17 Juli 2013, ilmuwan Inggris telah menemukan cara alternatif yang unik untuk mengisi daya ponsel. Bahannya adalah urin alias cairan kencing.
Peneliti di University of the West England bersama dengan Bristol Robotics Laboratory mengatakan urin memungkinkan untuk mengisi daya baterai.
Bagaimana caranya? Tim peneliti memanfaatkan sel bahan bakar mikroba (MFC) pada urin yang dapat mengubah kotoran menjadi energi listrik.
Apakah terbukti? sejauh ini tim peneliti telah sukses menguji fungsi lain urin ini pada ponsel Samsung. Energi urin bisa membuat ponsel digunakan untuk panggilan telepon, mengirim teks sampai browsing internet.
Kendati telah berhasil, tim masih ingin menyempurnakan metode konversi energi sehingga bisa memasok baterai ponsel sampai penuh.
""Keindahan sumber bahan bakar yaitu kita tidak tergantung pada sifat angin dan matahari yang tak menentu. Kita sebenarnya menggunakan kembali kotoran untuk menciptakan energi,"" jelas peneliti senior di University of the West of England, Ioannis Ieropoulos, Ph.D.
Ide Ieropoulos memang unik, tapi konsep mengubah kotoran jadi energi ini bukan yang pertama kalinya. Pada 2005 silam, ilmuwan Singapura telah meluncurkan baterai yang dapat diaktifkan dengan cairan biologis. Bedanya, tim peneliti Singapura menggunakan urin hanya sekali pakai khusus untuk peralatan medis.
Upaya mengoptimalkan urin sebagai sumber energi juga dilakukan salah seorang insinyur kimia pada November silam, yaitu generator bertenaga urin. Sayangnya proyek ini gagal menghasilkan tenaga yang optimal.
Penelitian yang dilakukan tim Ieropoulos merupakan bagian dari proyek berkelanjutan yang didanai Bill & Melinda Gates Foundation dan Engineering and Physical Sciences Research Counci Inggris."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





