News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi
(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Para ilmuwan Meksiko menemukan fosil lengkap dari kadal yang hidup sekitar 23 juta tahun lalu. Tubuh kadal itu terperangkap di dalam batu amber yang terbentuk oleh zat tanaman pada zaman kuno.
Saat ini, tim ilmuwan sedang mempelajari fosil kadal yang ditemukan di desa Simojovel, Chiapas, di bagian selatan Meksiko itu.
Menurut Francisco Riquelme, ilmuwan dari National Autonomous University of Mexico Physics Institute, kadal itu berukuran panjang 4,5 sentimeter dan lebar 1,3 sentimeter.
""Berkat batu amber, fosil kadal itu mampu mempertahankan sisa-sisa jaringan lunak dan kulitnya,"" kata Riquelme, dilansir Fox News Latino, Selasa 9 Juli 2013.
Sementara itu, Gerardo Carbot, Direktur Museum Paleontologi Chiapa mengatakan, spesimen fosil kadal itu diperkirakan berumur 23 juta tahun.
""Perkiraan itu diketahui dari usia batu amber yang biasa ditemukan di desa Simojovel, Huitihupan, El Bosque, Pueblo Nuevo, Palenque, Totolapa, dan Malpaso,"" ucap Carbot.
Batu amber memang sering ditemukan berisi sisa-sisa tumbuhan dan hewan, tapi jarang ditemukan dalam versi lengkap, seperti pada kadal yang baru ditemukan dan diidentifikasikan sebagai spesies baru dari genus Anolis.
Amber merupakan zat yang diproduksi oleh pohon pada zaman kuno. Bentuknya keras, transparan, berwarna coklat kekuningan, dan biasa dijadikan perhiasan.
Bukan spesies tertua
Kadal ini bukanlah spesies tertua yang pernah ditemukan di dalam batu amber. Hewan tertua yang pernah ditemukan pada zat yang sama adalah fosil kutu, yang diperkirakan berusia 230 juta tahun.
Fosil itu ditemukan di wilayah timur laut Itali, setelah peneliti menganalisis kurang lebih 70.000 batu amber.
""Bentuk tubuh kutu tidak pernah berubah, tidak seperti bentuk dinosaurus. Kutu yang berasal dari 230 juta tahun lalu itu memiliki bentuk tubuh yang sama dengan kutu yang kita lihat hari ini,"" kata David Grimaldi, dari American Museum of Natural History, AS."
Saat ini, tim ilmuwan sedang mempelajari fosil kadal yang ditemukan di desa Simojovel, Chiapas, di bagian selatan Meksiko itu.
Menurut Francisco Riquelme, ilmuwan dari National Autonomous University of Mexico Physics Institute, kadal itu berukuran panjang 4,5 sentimeter dan lebar 1,3 sentimeter.
""Berkat batu amber, fosil kadal itu mampu mempertahankan sisa-sisa jaringan lunak dan kulitnya,"" kata Riquelme, dilansir Fox News Latino, Selasa 9 Juli 2013.
Sementara itu, Gerardo Carbot, Direktur Museum Paleontologi Chiapa mengatakan, spesimen fosil kadal itu diperkirakan berumur 23 juta tahun.
""Perkiraan itu diketahui dari usia batu amber yang biasa ditemukan di desa Simojovel, Huitihupan, El Bosque, Pueblo Nuevo, Palenque, Totolapa, dan Malpaso,"" ucap Carbot.
Batu amber memang sering ditemukan berisi sisa-sisa tumbuhan dan hewan, tapi jarang ditemukan dalam versi lengkap, seperti pada kadal yang baru ditemukan dan diidentifikasikan sebagai spesies baru dari genus Anolis.
Amber merupakan zat yang diproduksi oleh pohon pada zaman kuno. Bentuknya keras, transparan, berwarna coklat kekuningan, dan biasa dijadikan perhiasan.
Bukan spesies tertua
Kadal ini bukanlah spesies tertua yang pernah ditemukan di dalam batu amber. Hewan tertua yang pernah ditemukan pada zat yang sama adalah fosil kutu, yang diperkirakan berusia 230 juta tahun.
Fosil itu ditemukan di wilayah timur laut Itali, setelah peneliti menganalisis kurang lebih 70.000 batu amber.
""Bentuk tubuh kutu tidak pernah berubah, tidak seperti bentuk dinosaurus. Kutu yang berasal dari 230 juta tahun lalu itu memiliki bentuk tubuh yang sama dengan kutu yang kita lihat hari ini,"" kata David Grimaldi, dari American Museum of Natural History, AS."
- 1Soal Dana Nasabah Hilang, Ini Kata BRI
- 2Jakarta Tak Diguyur Hujan Deras pada 12 Januari, Ini Penjelasan BMKG
- 3Andal Software luncurkan Andal PayMaster 2016
- 4Apple resmi rilis iPhone 6S dan iPhone 6S Plus
- 5Google Maps kini beri petunjuk layaknya orang Indonesia
- 6Google luncurkan dan perbaharui aplikasi Street View





