News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) Jakarta - "Harap kencangkan sabuk pengaman..." kata pengemudi dalam bahasa Jepang kepada jurnalis yang duduk di kursi penumpang.
Sesaat kemudian sedan Toyota Prius yang dia kemudikan melaju ke arah satu manekin (boneka manusia) yang terletak di tengah jalan.
Si pengemudi tidak memperlambat laju kendaraan yang sekitar 30km/jam.
Sekitar dua meter dari manekin, mobil berhenti mendadak seolah rem diinjak sekuat-kuatnya.
"Automated brake (rem otomatis), saya tidak injak rem," kata pengemudi sambil tersenyum melirik si penumpang.
Pengemudi itu baru saja memeragakan salah satu fitur "anti-tabrak" pejalan kaki (pre-collision system with pedestrian detection function).
Fitur itu adalah salah satu dari paket Safey Sense P, sistem keselamatan aktif Toyota untuk kendaraan kelas menengah dan atas.
Toyota pada akhir November 2014 mengundang jurnalis dari berbagai negara di Asia ke Tokyo Jepang untuk merasakan langsung teknologi tersebut.
Seorang jurnalis yang penasaran kemudian meminta waktu untuk berada di belakang kemudi dan mencoba system tersebut.
"Saya tetap injak pedal gas, tetapi ketika sudah dekat dengan boneka, mobil mengerem otomatis," kata jurnalis yang mengemudikan kendaraan transmisi otomatis itu.
Safety Sense P adalah teknologi keselamatan dari Toyota yang menggunakan kamera dan radar gelombang milimeter untuk mendeteksi situasi di depannya.
Sebelum melakukan rem otomatis, sistem terlebih dahulu menyalakan alarm dan simbol peringatan di dashboard ke pengemudi.
Fitur "anti-tabrak" penyeberang jalan itu berfungsi pada mobil dengan kecepatan 10-80 km/jam.
Di atas kecepatan itu, jarak henti kendaraan tidak cukup untuk menghindari pejalan kaki.
Selain mendeteksi penyeberang jalan, fitur itu juga menghitung kemungkinan tabrakan dengan kendaraan lain saat berada di jalan tol.
Misalnya kendaraan sedang dalam kecepatan tertinggi dan sistem mendeteksi kemungkinan tabrakan, maka komputer akan mengurangi kecepatan kendaraan secara otomatis hingga ke 40km/jam.
Fitur lainnya dari paket Safety Sense P adalah radar cruise control.
Kamera di bagian atas kaca depan dan radar milimeter di grill muka bisa mendeteksi kendaraan di depan.
Secara otomatis, sistem akan membuat jarak yang aman dengan kendaraan lain.
Fitur ini juga secara otomatis dan halus mempercepat atau memperlambat kendaraan berdasarkan kondisi kendaraan di depan.
Safety Sense P adalah sistem keselamatan yang lebih lengkap dari Safety Sense C, sistem yang akan diterapkan untuk kendaraaan kelas kompak.
Mengenai kemungkinan Safety Sense P dipasang di mobil-mobil produksi PT Toyota Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Direktur TMMIN I Made Dana M.Tangkas mengemukakan sistem keselamatan tersebut adalah hasil pengembangan yang sifatnya global.
"Jadi jika saatnya tepat dapat diterapkan di market Indonesia sesuai dengan karakteristik kebutuhan di jalan Indonesia," kata Made ketika dihubungi secara terpisah.
Dia mengemukakan penambahan sistem keselamatan tersebut akan dilakukan saat kondisi pasar di Indonesia membutuhkan adanya fitur-fitur keselematan tersebut.
"Terkait harga tentu akan disesuaikan dengan daya beli dari masyarakat pengguna mobil di Indonesia," katanya.
Sesaat kemudian sedan Toyota Prius yang dia kemudikan melaju ke arah satu manekin (boneka manusia) yang terletak di tengah jalan.
Si pengemudi tidak memperlambat laju kendaraan yang sekitar 30km/jam.
Sekitar dua meter dari manekin, mobil berhenti mendadak seolah rem diinjak sekuat-kuatnya.
"Automated brake (rem otomatis), saya tidak injak rem," kata pengemudi sambil tersenyum melirik si penumpang.
Pengemudi itu baru saja memeragakan salah satu fitur "anti-tabrak" pejalan kaki (pre-collision system with pedestrian detection function).
Fitur itu adalah salah satu dari paket Safey Sense P, sistem keselamatan aktif Toyota untuk kendaraan kelas menengah dan atas.
Toyota pada akhir November 2014 mengundang jurnalis dari berbagai negara di Asia ke Tokyo Jepang untuk merasakan langsung teknologi tersebut.
Seorang jurnalis yang penasaran kemudian meminta waktu untuk berada di belakang kemudi dan mencoba system tersebut.
"Saya tetap injak pedal gas, tetapi ketika sudah dekat dengan boneka, mobil mengerem otomatis," kata jurnalis yang mengemudikan kendaraan transmisi otomatis itu.
Safety Sense P adalah teknologi keselamatan dari Toyota yang menggunakan kamera dan radar gelombang milimeter untuk mendeteksi situasi di depannya.
Sebelum melakukan rem otomatis, sistem terlebih dahulu menyalakan alarm dan simbol peringatan di dashboard ke pengemudi.
Fitur "anti-tabrak" penyeberang jalan itu berfungsi pada mobil dengan kecepatan 10-80 km/jam.
Di atas kecepatan itu, jarak henti kendaraan tidak cukup untuk menghindari pejalan kaki.
Selain mendeteksi penyeberang jalan, fitur itu juga menghitung kemungkinan tabrakan dengan kendaraan lain saat berada di jalan tol.
Misalnya kendaraan sedang dalam kecepatan tertinggi dan sistem mendeteksi kemungkinan tabrakan, maka komputer akan mengurangi kecepatan kendaraan secara otomatis hingga ke 40km/jam.
Fitur lainnya dari paket Safety Sense P adalah radar cruise control.
Kamera di bagian atas kaca depan dan radar milimeter di grill muka bisa mendeteksi kendaraan di depan.
Secara otomatis, sistem akan membuat jarak yang aman dengan kendaraan lain.
Fitur ini juga secara otomatis dan halus mempercepat atau memperlambat kendaraan berdasarkan kondisi kendaraan di depan.
Safety Sense P adalah sistem keselamatan yang lebih lengkap dari Safety Sense C, sistem yang akan diterapkan untuk kendaraaan kelas kompak.
Mengenai kemungkinan Safety Sense P dipasang di mobil-mobil produksi PT Toyota Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Direktur TMMIN I Made Dana M.Tangkas mengemukakan sistem keselamatan tersebut adalah hasil pengembangan yang sifatnya global.
"Jadi jika saatnya tepat dapat diterapkan di market Indonesia sesuai dengan karakteristik kebutuhan di jalan Indonesia," kata Made ketika dihubungi secara terpisah.
Dia mengemukakan penambahan sistem keselamatan tersebut akan dilakukan saat kondisi pasar di Indonesia membutuhkan adanya fitur-fitur keselematan tersebut.
"Terkait harga tentu akan disesuaikan dengan daya beli dari masyarakat pengguna mobil di Indonesia," katanya.
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Gaya Syahrini Gonta-ganti Warna Lamborghini Rp9,8 Miliar
- 3The Beast, "Bungker Berjalan" Obama Siap Dipensiunkan
- 4Mobil Dono Warkop unjuk gigi di IIMS
- 5Bocoran Motor BMW R1200R Edisi 2015
- 6Ini tampilan mobil listrik Toyota i-Road teknologi ramah lingkungan
- 1Mobil Dono Warkop unjuk gigi di IIMS
- 2Ini tampilan mobil listrik Toyota i-Road teknologi ramah lingkungan
- 3Honda Tersenyum Lebar, Beat Laris Manis
- 4Harga Agya dan Ayla Naik, Karimun Wagon R Tidak Ikut-ikutan
- 5Datsun Belum Akan Naikkan Harga Mobil Murah
- 6Begini Tampang Motor Masa Depan Yamaha Bergaya Roda Tiga





