News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

ilustrasi
(IANnews.id) (IANNnews) Jakarta - Manajer Technical Support Marketing PT NGK Busi Indonesia Asep Dodi Setiasenjaya menyarankan pengguna kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil, untuk memilih busi yang sesuai dengan spesifikasi pabrik.
"Jangan salah dalam memilih tipe busi. Untuk busi NGK, konsumen akan lebih mudah karena memiliki kode busi yang berbeda untuk setiap tipe kendaraan," kata Asep di stan NGK di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis.
Asep mengatakan salah satu yang perlu diperhatikan dalam memilih busi adalah tingkat panasnya. Pilih busi dengan tingkat panas yang sesuai, jangan terlalu panas atau terlalu dingin.
Kode busi NGK dilengkapi angka panas. Angka pertama dalam kode busi menunjukkan tingkat panasnya. Semakin besar angkanya, maka busi semakin dingin.
"Memilih busi yang terlalu dingin akan menyebabkan banyaknya endapan karbon di ujung insulator yang menyebabkan aliran listrik terhambat. Sedangkan busi yang terlalu panas bisa menyebabkan pembakaran yang tidak normal dan menyebabkan ujung insulator meleleh," tuturnya.
Selain memilih busi yang sesuai, pemasangan busi juga harus tepat. Busi harus dipasang tepat tegak lurus, jangan miring. Kemudian, jangan memasang busi terlalu kencang atau terlalu longgar.
"Untuk memasang busi, dianjurkan menggunakan kunci torsi supaya pemasangannya pas," ujarnya.
Asep mengatakan saat ini terdapat tiga jenis busi, yaitu busi standar, platinum, dan iridium. Busi standar menggunakan nikel alloy sebagai senter elektroda, sedangkan busi platinum menggunakan bahan platinum dan busi iridium menggunakan bahan iridium.
"Yang paling bagus adalah busi iridium. NGK Iridium IX dilengkapi dengan teknologi Thermo Edge Design yang bisa membersihkan tumpukan karbon yang ada di ujung insulator apabila dipacu minimal 80 kilometer per jam selama dua menit," katanya.
"Jangan salah dalam memilih tipe busi. Untuk busi NGK, konsumen akan lebih mudah karena memiliki kode busi yang berbeda untuk setiap tipe kendaraan," kata Asep di stan NGK di Indonesia International Motor Show (IIMS) 2013, JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Kamis.
Asep mengatakan salah satu yang perlu diperhatikan dalam memilih busi adalah tingkat panasnya. Pilih busi dengan tingkat panas yang sesuai, jangan terlalu panas atau terlalu dingin.
Kode busi NGK dilengkapi angka panas. Angka pertama dalam kode busi menunjukkan tingkat panasnya. Semakin besar angkanya, maka busi semakin dingin.
"Memilih busi yang terlalu dingin akan menyebabkan banyaknya endapan karbon di ujung insulator yang menyebabkan aliran listrik terhambat. Sedangkan busi yang terlalu panas bisa menyebabkan pembakaran yang tidak normal dan menyebabkan ujung insulator meleleh," tuturnya.
Selain memilih busi yang sesuai, pemasangan busi juga harus tepat. Busi harus dipasang tepat tegak lurus, jangan miring. Kemudian, jangan memasang busi terlalu kencang atau terlalu longgar.
"Untuk memasang busi, dianjurkan menggunakan kunci torsi supaya pemasangannya pas," ujarnya.
Asep mengatakan saat ini terdapat tiga jenis busi, yaitu busi standar, platinum, dan iridium. Busi standar menggunakan nikel alloy sebagai senter elektroda, sedangkan busi platinum menggunakan bahan platinum dan busi iridium menggunakan bahan iridium.
"Yang paling bagus adalah busi iridium. NGK Iridium IX dilengkapi dengan teknologi Thermo Edge Design yang bisa membersihkan tumpukan karbon yang ada di ujung insulator apabila dipacu minimal 80 kilometer per jam selama dua menit," katanya.
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Gaya Syahrini Gonta-ganti Warna Lamborghini Rp9,8 Miliar
- 3The Beast, "Bungker Berjalan" Obama Siap Dipensiunkan
- 4Mobil Dono Warkop unjuk gigi di IIMS
- 5Bocoran Motor BMW R1200R Edisi 2015
- 6Ini tampilan mobil listrik Toyota i-Road teknologi ramah lingkungan
- 1Mobil Dono Warkop unjuk gigi di IIMS
- 2Ini tampilan mobil listrik Toyota i-Road teknologi ramah lingkungan
- 3Honda Tersenyum Lebar, Beat Laris Manis
- 4Harga Agya dan Ayla Naik, Karimun Wagon R Tidak Ikut-ikutan
- 5Datsun Belum Akan Naikkan Harga Mobil Murah
- 6Begini Tampang Motor Masa Depan Yamaha Bergaya Roda Tiga





