News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Pandeka Balang dan Mantagi, dua ekor anak harimau sumatera, satwa koleksi Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK) Bukittinggi
(IANnews.id) Lubuk Basung - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)
Resor Agam, Sumatera Barat, mengatakan hutan Cagar Alam Maninjau
merupakan habitat binatang buas seperti harimau sumatera dan beruang
madu.
"Ini berdasarkan jejak telapak kaki dan bunyi-bunyian binatang tersebut saat kami melakukan monitoring ke lokasi itu," kata Kepala BKSDA Agam, Syahrial Tanjung didampingi petugas BKSDA Syafrial Suharto di Lubuk Basung, Selasa.
Ia menambahkan binatang buas ini juga ditemukan di Gunung Singgalang dan Hutan Palupuh.
Namun, pihaknya tidak bisa memastikan beberapa ekor populasi binatang buas itu.
"Kami hanya menemukan jejak dan mendengar suara binatang itu," katanya.
Pihaknya mengimbau kepada warga untuk tidak mengganggu habitat dengan cara merusak hutan dan menangkap hewan itu.
Apabila ini terjadi maka binatang buas ini akan turun ke permukiman warga untuk mencari makan, sebutnya.
"Ini yang terjadi di Cubadak Lilin, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, mengakibatkan tiga kerbau milik warga dimangsa harimau," katanya.
Selain binatang buas, di lokasi itu juga terdapat hewan langka seperti harimau dahan, landak, tenggiling, burung enggang, burung kuau, elang, kucing emas, kucing hutan, siamang, rusa, kijang dan kancil.
Ia juga mengingatkan warga yang pernah menangkap hewan langka dan memeliharanya untuk menyerahkannya pada BKSDA.
Bagi warga terbukti memelihara dan memperjualbelikan hewan langka, dapat dikenai sanksi sesuai Pasal 21 Undang-undang No 5 tahung 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dengan ancaman lima tahun penjara.
"Kita telah menyosialisasikan ini kepada warga agar segera menyerahkan hewan langka ini ke BKSDA," katanya.
"Ini berdasarkan jejak telapak kaki dan bunyi-bunyian binatang tersebut saat kami melakukan monitoring ke lokasi itu," kata Kepala BKSDA Agam, Syahrial Tanjung didampingi petugas BKSDA Syafrial Suharto di Lubuk Basung, Selasa.
Ia menambahkan binatang buas ini juga ditemukan di Gunung Singgalang dan Hutan Palupuh.
Namun, pihaknya tidak bisa memastikan beberapa ekor populasi binatang buas itu.
"Kami hanya menemukan jejak dan mendengar suara binatang itu," katanya.
Pihaknya mengimbau kepada warga untuk tidak mengganggu habitat dengan cara merusak hutan dan menangkap hewan itu.
Apabila ini terjadi maka binatang buas ini akan turun ke permukiman warga untuk mencari makan, sebutnya.
"Ini yang terjadi di Cubadak Lilin, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan, mengakibatkan tiga kerbau milik warga dimangsa harimau," katanya.
Selain binatang buas, di lokasi itu juga terdapat hewan langka seperti harimau dahan, landak, tenggiling, burung enggang, burung kuau, elang, kucing emas, kucing hutan, siamang, rusa, kijang dan kancil.
Ia juga mengingatkan warga yang pernah menangkap hewan langka dan memeliharanya untuk menyerahkannya pada BKSDA.
Bagi warga terbukti memelihara dan memperjualbelikan hewan langka, dapat dikenai sanksi sesuai Pasal 21 Undang-undang No 5 tahung 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem dengan ancaman lima tahun penjara.
"Kita telah menyosialisasikan ini kepada warga agar segera menyerahkan hewan langka ini ke BKSDA," katanya.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2017
- 1Toyota Akhirnya Pamer C-HR, Si Penantang Honda HR-V
- 2Gaya Syahrini Gonta-ganti Warna Lamborghini Rp9,8 Miliar
- 3The Beast, "Bungker Berjalan" Obama Siap Dipensiunkan
- 4Bocoran Motor BMW R1200R Edisi 2015
- 5Mobil Dono Warkop unjuk gigi di IIMS
- 6Ini tampilan mobil listrik Toyota i-Road teknologi ramah lingkungan
- 1Mobil Dono Warkop unjuk gigi di IIMS
- 2Ini tampilan mobil listrik Toyota i-Road teknologi ramah lingkungan
- 3Honda Tersenyum Lebar, Beat Laris Manis
- 4Harga Agya dan Ayla Naik, Karimun Wagon R Tidak Ikut-ikutan
- 5Datsun Belum Akan Naikkan Harga Mobil Murah
- 6Begini Tampang Motor Masa Depan Yamaha Bergaya Roda Tiga





