News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Ketua DPR dari Partai Demokrat Marzuki Alie
(IANnews.id) Jakarta - Sejumlah politisi beken Partai Demokrat di DPR tidak lolos Pemilu 2014. Salah satunya Marzuki Alie yang kini menjabat ketua DPR.
Marzuki mengaku sudah menduga hal tersebut karena dia memang tidak berkampanye di daerah pemilihannya, yakni Dapil DKI Jakarta III.
"Saya kan fokusnya menaikkan suara Partai Demokrat, jadi keliling seluruh Indonesia. Saya tidak mengurusi dapil saya sendiri," kata Marzuki yang ditempatkan Demokrat di nomor urut 1 itu. Sehingga, dia sudah menduga tidak lolos ke Senayan.
Marzuki mengaku tak punya pilihan karena kondisi Partai Demokrat di mata publik sedang hancur. "Demokrat kan sedang di-bully media karena kasus korupsi. Saya tidak bisa hanya memikirkan pribadi saya," imbuhnya.
Dalam hitung cepat sejumlah lembaga survei, Partai Demokrat memang hanya mengantongi sekitar 9-10 persen suara saja. "Ini saja sudah berkah karena kami sudah siap dengan kemungkinan buruk, suara sekitar 5 sampai 6 persen saja," kata dia.
Oleh karena itu, Marzuki mengaku tidak kecewa kalaupun nantinya perhitungan Komisi Pemilihan Umum menyatakan dia tidak lolos ke Senayan. "Tuhan kan melarang kita kecewa. Kita ikhlaskan saja apa yang nantinya menjadi keputusan," kata dia.
Lagi pula, Marzuki mengaku pernah mengatakan kepada pers bahwa dia memang tidak akan melaju ke Senayan lagi.
Dapil III DKI Jakarta yang disebut dapil neraka itu melingkupi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu. Di sini sejumlah pesohor memperebutkan suara. Antara lain: Farhat Abbas (Demokrat), politisi PPP Achmad Dimyati Natakusumah, Nashrullah alias Matsolar (PPP), dan pengacara TPM Poso, Nurlan (PPP).
Seakan tak mau kalah populer, Partai Hanura menyodorkan pemain sinetron David Chalik. Sementara PAN menyodorkan artis film Ida Daniar Royani dan artis Jeremy Thomas.
Partai Golkar mengusung artis Tantowi Yahya, PDI Perjuangan menurunkan Effendi Simbolon dan atlet renang Indonesia Richard Sambera.
Marzuki mengaku sudah menduga hal tersebut karena dia memang tidak berkampanye di daerah pemilihannya, yakni Dapil DKI Jakarta III.
"Saya kan fokusnya menaikkan suara Partai Demokrat, jadi keliling seluruh Indonesia. Saya tidak mengurusi dapil saya sendiri," kata Marzuki yang ditempatkan Demokrat di nomor urut 1 itu. Sehingga, dia sudah menduga tidak lolos ke Senayan.
Marzuki mengaku tak punya pilihan karena kondisi Partai Demokrat di mata publik sedang hancur. "Demokrat kan sedang di-bully media karena kasus korupsi. Saya tidak bisa hanya memikirkan pribadi saya," imbuhnya.
Dalam hitung cepat sejumlah lembaga survei, Partai Demokrat memang hanya mengantongi sekitar 9-10 persen suara saja. "Ini saja sudah berkah karena kami sudah siap dengan kemungkinan buruk, suara sekitar 5 sampai 6 persen saja," kata dia.
Oleh karena itu, Marzuki mengaku tidak kecewa kalaupun nantinya perhitungan Komisi Pemilihan Umum menyatakan dia tidak lolos ke Senayan. "Tuhan kan melarang kita kecewa. Kita ikhlaskan saja apa yang nantinya menjadi keputusan," kata dia.
Lagi pula, Marzuki mengaku pernah mengatakan kepada pers bahwa dia memang tidak akan melaju ke Senayan lagi.
Dapil III DKI Jakarta yang disebut dapil neraka itu melingkupi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Kepulauan Seribu. Di sini sejumlah pesohor memperebutkan suara. Antara lain: Farhat Abbas (Demokrat), politisi PPP Achmad Dimyati Natakusumah, Nashrullah alias Matsolar (PPP), dan pengacara TPM Poso, Nurlan (PPP).
Seakan tak mau kalah populer, Partai Hanura menyodorkan pemain sinetron David Chalik. Sementara PAN menyodorkan artis film Ida Daniar Royani dan artis Jeremy Thomas.
Partai Golkar mengusung artis Tantowi Yahya, PDI Perjuangan menurunkan Effendi Simbolon dan atlet renang Indonesia Richard Sambera.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





