News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

Maftuh Basyuni, Ketua Komite Konvensi Capres Partai Demokrat
(IANnews.id) Jakarta - Capres Demokrat akan dihasilkan melalui konvensi. Nantinya tidak menutup kemungkinan akan mendapat dukungan dari parpol lain. Ini nantinya akan menjadi gerbong politik baru yang akan bersaing dengan tiga capres lain.
"Ini tidak menutup kemungkinan," jelas Ketua Konvensi Demokrat, Maftuh Basyuni, saat dihubungi, Rabu (16/4). Konvensi akan menjadi daya tarik masyarakat secara umum. Ini kemudian menjadi magnet yang menarik parpol lain untuk berkoalisi bersama Demokrat.
Dia menyatakan proses konvensi menjadi perhatian banyak pihak. Masyarakat dapat langsung menyaksikan sendiri calon pemimpin yang akan memimpin negeri ini. Mereka yang dinilai bagus tentu akan menjadi dambaan masyarakat.
Konvensi yang diselenggarakannya bukan untuk cawapres. Isu yang menyatakan hasil konvensi hanya menjadi cawapres dinilainya salah besar. Konvensi, tegasnya, hanya untuk capres. "Tidak lainnya," papar mantan Menteri Agama ini.
Pihaknya menyatakan terus memproses konvensi. Dalam waktu dekat akan digelar debat peserta konvensi di Jakarta. Hal ini dilakukan untuk menggodok capres yang akan dilahirkan dari proses tersebut. Nantinya peserta konvensi akan diadu argumentasi, konsep, dan strategi pembangunan, bila nanti terpilih menjadi presiden. "Ini untuk mengetahui keseriusan mereka memimpin negeri ini," jelasnya.
"Ini tidak menutup kemungkinan," jelas Ketua Konvensi Demokrat, Maftuh Basyuni, saat dihubungi, Rabu (16/4). Konvensi akan menjadi daya tarik masyarakat secara umum. Ini kemudian menjadi magnet yang menarik parpol lain untuk berkoalisi bersama Demokrat.
Dia menyatakan proses konvensi menjadi perhatian banyak pihak. Masyarakat dapat langsung menyaksikan sendiri calon pemimpin yang akan memimpin negeri ini. Mereka yang dinilai bagus tentu akan menjadi dambaan masyarakat.
Konvensi yang diselenggarakannya bukan untuk cawapres. Isu yang menyatakan hasil konvensi hanya menjadi cawapres dinilainya salah besar. Konvensi, tegasnya, hanya untuk capres. "Tidak lainnya," papar mantan Menteri Agama ini.
Pihaknya menyatakan terus memproses konvensi. Dalam waktu dekat akan digelar debat peserta konvensi di Jakarta. Hal ini dilakukan untuk menggodok capres yang akan dilahirkan dari proses tersebut. Nantinya peserta konvensi akan diadu argumentasi, konsep, dan strategi pembangunan, bila nanti terpilih menjadi presiden. "Ini untuk mengetahui keseriusan mereka memimpin negeri ini," jelasnya.
- 1Sekolah Indonesia di Kuala Lumpur doa bersama jelang UN
- 2Festival "kue bulan" hadir di Jakarta
- 3BI: masyarakat jangan panik berlebihan terhadap pelemahan rupiah
- 4Pemprov DKI suntik modal Jakpro Rp7,7 triliun
- 5PT MRT: mesin bor terowongan tiba di Jakarta
- 6Sys NS sarankan SBY berkiprah di tingkat internasional





