News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Larangan pementasan musik dangdut digelar sebagai sarana kampanye Pemilu 2014 mengundang banyak reaksi, terutama dari para musisi dangdut Tanah Air. Salah satunya adalah Fitri Carlina.
Ia mengaku kaget mendengar larangan yang diumumkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait tata cara kampanye Pemilu 2014 itu. Fitri menyesalkan kenapa dangdut yang dilarang, kenapa pagelaran musik lain tidak. Konser rock, misalnya. Menurut dia, semua punya hak yang sama untuk mensukseskan Pemilu.
Fitri bahkan hakulyakin dangdut punya kontribusi cukup besar dalam meramaikan kampanye selama ini. Dia melihat visi misi para calon wakil rakyat justru akan lebih tersampaikan ke masyarakat melalui musik dangdut yang merakyat.
""Kampanye kalau nggak ada dangdut nggak ramai. Saya pribadi sebagai seniman merasa dirugikan. Bukan dari materi, tapi lebih ke soal psikis,"" ujarnya saat ditemui di sebuah hotel di Jakarta.
Dia mengaku, yang jadi penyebab utama keberatannya ini bukan soal honor yang menggiurkan setiap kali diminta tampil di panggung kampanye. Pelantun ABG Tua itu menyatakan masih banyak event lain yang bayarannya lebih besar. Karena itu, da tak khawatir rezekinya berkurang dengan adanya larangan Presiden itu.
""Saya sih menunggu job bukan dari kampanye,"" katanya, kesal."
Ia mengaku kaget mendengar larangan yang diumumkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait tata cara kampanye Pemilu 2014 itu. Fitri menyesalkan kenapa dangdut yang dilarang, kenapa pagelaran musik lain tidak. Konser rock, misalnya. Menurut dia, semua punya hak yang sama untuk mensukseskan Pemilu.
Fitri bahkan hakulyakin dangdut punya kontribusi cukup besar dalam meramaikan kampanye selama ini. Dia melihat visi misi para calon wakil rakyat justru akan lebih tersampaikan ke masyarakat melalui musik dangdut yang merakyat.
""Kampanye kalau nggak ada dangdut nggak ramai. Saya pribadi sebagai seniman merasa dirugikan. Bukan dari materi, tapi lebih ke soal psikis,"" ujarnya saat ditemui di sebuah hotel di Jakarta.
Dia mengaku, yang jadi penyebab utama keberatannya ini bukan soal honor yang menggiurkan setiap kali diminta tampil di panggung kampanye. Pelantun ABG Tua itu menyatakan masih banyak event lain yang bayarannya lebih besar. Karena itu, da tak khawatir rezekinya berkurang dengan adanya larangan Presiden itu.
""Saya sih menunggu job bukan dari kampanye,"" katanya, kesal."





