News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Setelah berkonflik dengan pengusaha asal Kalimantan, kali ini Dewi Perssik muncul dengan kabar baik soal karier. Ia kembali digandeng Shanker dalam sebuah produksi film. Pemilik goyang gergaji ini, didaulat menjadi pemeran utama film yang diangkat dari legenda rakyat, Dewi Ular Titisan Nyi Blorong.
Dalam film yang kental akan aroma mistis itu, Depe mendapat banyak tantangan. Ia harus bisa menari ular dengan tubuh tampak telanjang. ""Bukan telanjang yang gimana ya, tapi dikemas dengan sebaik-baiknya. Cara membungkusnya dengan art,"" ujar Shanker saat ditemui pada syuting perdana film tersebut di bilangan Cinere.
Baik Depe maupun Shanker menegaskan, film horor kali ini bukan film ecek-ecek dan untuk cari sensasi. Penggarapannya cukup rumit karena harus menggunakan efek 3D untuk gerakan-gerakan ularnya.
""Bagaimana ular bisa menjadi manusia dengan perfect,"" terangnya. Menurutnya, cerita Dewi Ular Titisan Nyi Blorong itu merupakan sebuah legenda yang complicated dan perlu diketahui masyarakat. Depe pun yakin, cerita soal Nyi Blorong tidak akan pernah mati dan terus melegenda.
""Masih banyak kok praktek-praktek pesugihan, menyembah selain Tuhan. Contohnya di Pelabuhan Ratu, Sanur, Jogja,"" kata Depe. Ia juga mengaku tak khawatir terhadapan efek-efek mistis yang biasanya ditemui. Ia hanya berniat memberikan pelajaran tentang sejarah, dan bekerja dengan niat baik."
Dalam film yang kental akan aroma mistis itu, Depe mendapat banyak tantangan. Ia harus bisa menari ular dengan tubuh tampak telanjang. ""Bukan telanjang yang gimana ya, tapi dikemas dengan sebaik-baiknya. Cara membungkusnya dengan art,"" ujar Shanker saat ditemui pada syuting perdana film tersebut di bilangan Cinere.
Baik Depe maupun Shanker menegaskan, film horor kali ini bukan film ecek-ecek dan untuk cari sensasi. Penggarapannya cukup rumit karena harus menggunakan efek 3D untuk gerakan-gerakan ularnya.
""Bagaimana ular bisa menjadi manusia dengan perfect,"" terangnya. Menurutnya, cerita Dewi Ular Titisan Nyi Blorong itu merupakan sebuah legenda yang complicated dan perlu diketahui masyarakat. Depe pun yakin, cerita soal Nyi Blorong tidak akan pernah mati dan terus melegenda.
""Masih banyak kok praktek-praktek pesugihan, menyembah selain Tuhan. Contohnya di Pelabuhan Ratu, Sanur, Jogja,"" kata Depe. Ia juga mengaku tak khawatir terhadapan efek-efek mistis yang biasanya ditemui. Ia hanya berniat memberikan pelajaran tentang sejarah, dan bekerja dengan niat baik."





