News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Abraham adalah danau buatan di Sungai Utara Saskatchewan di bagian barat Alberta, Kanada. Danau itu dibuat pada tahun 1972, saat pembangunan Bendungan Bighorn. Nama danau diambil dari Silas Abraham, seorang warga lembah Sungai Saskatchewan di abad ke-19.
Di danau Abraham Anda bisa menjumpai fenomena langka dimana gelembung bisa beku tepat di bawah permukaan air. Gelembung tersebut sering disebut sebagai gelembung es atau gelembung beku. Fenomena ini pun telah menarik perhatian kalangan fotografer.
""Tumbuhan di danau ini mengeluarkan gas metana dan metana akan menjadi beku ketika naik cukup dekat ke permukaan danau yang suhunya jauh lebih dingin. Gas metana tersebut selama ini terus menumpuk di bawah danau dan membeku karena cuaca yang semakin dingin selama musim dingin,"" ucap seorang fotografer bernama Fikret Onal.
Pria yang mengaku sering berjalan di atas danau beku ini mengaku danau Abraham membuatnya benar-benar gelisah. Alasannya, danau yang suhunya di bawah minus 30 derajat celsius itu tidak tertutup salju.
Selain itu, meski permukaan es memiliki tebal 20-23 centimeter, danau tersebut sangat bening dan jernih sehingga Anda dapat melihat dengan jelas semua celah di segala penjuru danau dan kegelapan dasar danau dari atas permukaan.
"
Di danau Abraham Anda bisa menjumpai fenomena langka dimana gelembung bisa beku tepat di bawah permukaan air. Gelembung tersebut sering disebut sebagai gelembung es atau gelembung beku. Fenomena ini pun telah menarik perhatian kalangan fotografer.
""Tumbuhan di danau ini mengeluarkan gas metana dan metana akan menjadi beku ketika naik cukup dekat ke permukaan danau yang suhunya jauh lebih dingin. Gas metana tersebut selama ini terus menumpuk di bawah danau dan membeku karena cuaca yang semakin dingin selama musim dingin,"" ucap seorang fotografer bernama Fikret Onal.
Pria yang mengaku sering berjalan di atas danau beku ini mengaku danau Abraham membuatnya benar-benar gelisah. Alasannya, danau yang suhunya di bawah minus 30 derajat celsius itu tidak tertutup salju.
Selain itu, meski permukaan es memiliki tebal 20-23 centimeter, danau tersebut sangat bening dan jernih sehingga Anda dapat melihat dengan jelas semua celah di segala penjuru danau dan kegelapan dasar danau dari atas permukaan.





