News Update
- Bali Mau Dibuka, Sandiaga Tampung Usulan Pelaku Wisata
- Potret Jembatan Kaca Tak Biasa di China
- Kota Ini Lekat dengan Tukang Sayur Bermotor CBR-Ninja 250
- Ini Cara Perbaiki Kualitas Tidur Tanpa Konsumsi Obat
- 5 Makanan dan Minuman yang Tak Disarankan untuk Pengidap Bipolar
- Unik, Ada Masjid Full Color di Tengah Perkampungan Garut
- Melihat Mesin Pencetak Uang Kuno di Galeri Museum Peruri
- Bangkit Lagi, Hotel Bandung dan Saung Angklung Udjo Lakukan Kolaborasi

(IANnews.id) "
(IANNnews) Jakarta - Setelah Markus Horison mengajukan permohonan talak terhadap Kiki Amalia ke pengadilan agama, Desember lalu, terungkap jika rumah tangga pasangan ini sudah lama tidak harmonis. Satu tahun lebih mereka pisah ranjang.
Pesepakbola berkepala plontos itu mulai rajin berkonsultasi ke pengacara soal pernikahannya pada pertengahan tahun 2012 lalu. Menurut kuasa hukum Markus, Sangap Surbakti, saat itu Markus masih belum terpikir untuk bercerai. Namun, ada satu alasan kuat, yang akhirnya membuat Markus bertekad untuk bercerai dari Kiki.
""Yang membuat Markus gerah, adalah pernyataan-pernyataan Kiki soal anak dan segala macam. Itu sangat menganggu Markus,"" kata Sangap.
Ditambahkan Sangap, komentar-komentar Kiki soal anak di media membuat Markus dikejar-kejar pertanyaan keluarga besarnya. ""Pertanyaan-pertanyaan itu mengganggu Markus. Mempengaruhi psikologi Markus, karena semua bertanya pada Markus soal anak,"" ujarnya.
Setelah memberikan kuasa pada bulan Oktober, Markus pun menyatakan siap bercerai dari Kiki. Ia meminta kuasa hukumnya untuk mengurus perceraiannya.
Markus mengajukan permohonan talak terhadap Kiki ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 10 Desember lalu. Kemudian sidang perdana perceraian mereka digelar pada 14 Januari 2013 lalu. Pasangan ini tak menghadiri persidangan."
Pesepakbola berkepala plontos itu mulai rajin berkonsultasi ke pengacara soal pernikahannya pada pertengahan tahun 2012 lalu. Menurut kuasa hukum Markus, Sangap Surbakti, saat itu Markus masih belum terpikir untuk bercerai. Namun, ada satu alasan kuat, yang akhirnya membuat Markus bertekad untuk bercerai dari Kiki.
""Yang membuat Markus gerah, adalah pernyataan-pernyataan Kiki soal anak dan segala macam. Itu sangat menganggu Markus,"" kata Sangap.
Ditambahkan Sangap, komentar-komentar Kiki soal anak di media membuat Markus dikejar-kejar pertanyaan keluarga besarnya. ""Pertanyaan-pertanyaan itu mengganggu Markus. Mempengaruhi psikologi Markus, karena semua bertanya pada Markus soal anak,"" ujarnya.
Setelah memberikan kuasa pada bulan Oktober, Markus pun menyatakan siap bercerai dari Kiki. Ia meminta kuasa hukumnya untuk mengurus perceraiannya.
Markus mengajukan permohonan talak terhadap Kiki ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada 10 Desember lalu. Kemudian sidang perdana perceraian mereka digelar pada 14 Januari 2013 lalu. Pasangan ini tak menghadiri persidangan."





